Clerra Logo - ESG Reporting Software
    Manajemen Risiko Iklim Perbankan CBRA CRMS OJK Indonesia
    July 16, 2026

    Manajemen Risiko Iklim di Sektor Perbankan Indonesia: Mengenal CBRA dan CRMS OJK

    Bagi sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan di Indonesia, risiko iklim kini bukan lagi isu sukarela yang bisa ditunda. OJK menegaskan bahwa mitigasi risiko iklim bukan lagi sukarela, tapi kewajiban industri keuangan—sebuah pergeseran sikap regulator yang tercermin dalam sejumlah inisiatif baru sepanjang 2026.

    Apa itu CBRA?

    OJK meluncurkan Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA) 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sektor perbankan nasional terhadap risiko perubahan iklim. Inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan kebijakan berbasis risiko untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia.

    CBRA mencerminkan komitmen OJK memastikan perbankan nasional tidak hanya resilien menghadapi risiko transisi dan risiko fisik akibat perubahan iklim, tetapi juga berperan aktif mendukung transformasi menuju ekonomi rendah karbon. Hasil asesmen menunjukkan bahwa secara agregat, sektor perbankan Indonesia memiliki kapasitas permodalan yang memadai dalam menghadapi tekanan risiko iklim pada skenario transisi yang terkelola.

    Kerangka CRMS: Fondasi Pengawasan Risiko Iklim

    Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS) memperkuat implementasi pengawasan risiko iklim di sektor perbankan sebagai fondasinya. OJK telah memperkuat kerangka regulasi melalui Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta Panduan CRMS, guna memandu pelaku usaha dalam mengelola risiko iklim secara terukur—bukan lagi berbasis estimasi kualitatif semata.

    Dua jenis risiko utama yang dianalisis dalam kerangka ini:

    • Risiko fisik — dampak langsung perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, atau kenaikan permukaan air laut terhadap aset dan operasional nasabah yang dibiayai bank.
    • Risiko transisi — dampak perubahan regulasi, teknologi, dan preferensi pasar terhadap nilai aset yang terkait sektor dengan emisi tinggi, seperti kredit ke industri berbasis batubara.

    Kerja Sama Internasional: Indonesia-UK Climate Financing

    Pada 26 Februari 2026, OJK bersama industri perbankan nasional memperkuat komitmen mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan manajemen risiko iklim, peningkatan ketahanan sektor perbankan, serta perluasan kerja sama internasional di bidang pembiayaan berkelanjutan. OJK bersama Pemerintah Britania Raya resmi meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing, bertujuan mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperkuat manajemen risiko iklim di sektor perbankan nasional.

    Apa Artinya bagi Bank dan Lembaga Jasa Keuangan

    1. Perkuat data eksposur risiko iklim pada portofolio kredit, khususnya terhadap sektor dengan risiko transisi tinggi seperti energi berbasis fosil dan industri padat karbon.

    2. Integrasikan analisis skenario iklim ke dalam manajemen risiko kredit, mengikuti panduan CRMS OJK sebagai kerangka acuan standar industri.

    3. Selaraskan kebijakan pembiayaan dengan TKBI, memastikan klasifikasi kredit hijau dan transisi sesuai standar taksonomi terbaru versi 3.

    4. Siapkan data untuk mendukung nasabah korporat dalam memenuhi kewajiban SPK 2027 mereka—karena bank dan lembaga pembiayaan turut membutuhkan data ESG debitur untuk memenuhi kewajiban pelaporan mereka sendiri.

    Kesimpulan

    Peluncuran CBRA dan penguatan kerangka CRMS menandai babak baru pengawasan risiko iklim di sektor perbankan Indonesia—dari pendekatan sukarela menjadi kewajiban yang terukur dan terstandardisasi. Bank dan lembaga jasa keuangan yang mempersiapkan diri lebih awal, baik dari sisi data maupun kebijakan pembiayaan, akan lebih siap menghadapi pengawasan OJK yang semakin ketat sekaligus mendukung nasabah korporat mereka dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Clerra membantu lembaga jasa keuangan dan perusahaan mengelola data risiko iklim serta emisi karbon secara terpusat, mendukung kepatuhan terhadap CRMS, TKBI, dan SPK 2027. Hubungi tim kami untuk konsultasi dan demo gratis.